Wednesday, January 18, 2012

IBNU SINA


Isaac Newton, Albert Einstein, Aristoteles, James Watt, Ibnu Sina, St. Thomas Aquinas. Kalian pasti sudah mendengar nama-nama yang disebutkan di atas, mereka adalah tokoh-tokoh dunia.  Kalau kita perhatikan, kita harus bangga ternyata salah satu dari Tokoh dunia tersebut berasal dari Islam. Kali ini kita akan mengenal sosok  Ibnu Sina. Apalagi kalian yang memiliki cita-cita menjadi seorang dokter, wajib hukumnya untuk mengetahuinya.
Ibnu Sina di dunia Barat dikenal dengan nama Avicenna. Ibnu Sina bernama lengkap Abū ‘Alī al-Husayn bin ‘Abdullāh bin Sīnā (Persia) ابوعلى سينا Abu Ali Sina atau dalam tulisan arab : أبو علي الحسين بن عبد الله بن سينا). Ibnu Sina lahir pada 980 di Afsyahnah daerah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan (kemudian Persia).
Ibnu Sina terkenal sebagai seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter.. Orang tuanya adalah pegawai tinggi pada pemerintahan Dinasti Saman.Di Bukhara ia dibesarkan serta belajar falsafah kedokteran dan ilmu - ilmu agama Islam. Ketika usia sepuluh tahun ia telah banyak mempelajari ilmu agama Islam dan menghafal Al-Qur’an seluruhnya. Hebat bukan???? Kalau kalian sudah hafal berapa surat?
Sejak masa kanak-kanak, Ibnu Sina yang berasal dari keluarga bermadzhab Ismailiyah sudah akrab dengan pembahasan ilmiah terutama yang disampaikan oleh ayahnya. Kecerdasannya yang sangat tinggi membuatnya sangat menonjol sehingga salah seorang guru menasehati ayahnya agar Ibnu Sina tidak terjun ke dalam pekerjaan apapun selain belajar dan menimba ilmu.

Dengan demikian, Ibnu Sina secara penuh memberikan perhatiannya kepada aktivitas keilmuan. Kejeniusannya membuat ia cepat menguasai banyak ilmu, dan meski masih berusia muda, beliau sudah mahir dalam bidang kedokteran. Beliau pun menjadi terkenal, sehingga Raja Bukhara Nuh bin Mansur yang memerintah antara tahun 366 hingga 387 hijriyah saat jatuh sakit memanggil Ibnu Sina untuk merawat dan mengobatinya.
Di antara buku-buku dan risalah yang ditulis oleh Ibnu Sina, kitab al-Syifa’ dalam filsafat dan Al-Qanun dalam ilmu kedokteran dikenal sepanjang massa. Al-Syifa’ ditulis dalam 18 jilid yang membahas ilmu filsafat, mantiq, matematika, ilmu alam dan ilahiyyat. Mantiq al-Syifa’ saat ini dikenal sebagai buku yang paling otentik dalam ilmu mantiq islami, sementara pembahasan ilmu alam dan ilahiyyat dari kitab al-Syifa’ sampai saat ini juga masih menjadi bahan telaah.

Dalam ilmu kedokteran, kitab Al-Qanun tulisan Ibnu Sina selama beberapa abad menjadi kitab rujukan utama dan paling otentik. Kitab ini mengupas kaedah-kaedah umum ilmu kedokteran, obat-obatan dan berbagai macam penyakit. Seiring dengan kebangkitan gerakan penerjemahan pada abad ke-12 masehi, kitab Al-Qanun karya Ibnu Sina diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Kini buku tersebut juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Prancis dan Jerman. Al-Qanun adalah kitab kumpulan metode pengobatan purba dan metode pengobatan Islam. Kitab ini pernah menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di universitas-universitasEropa.
Ibnu Sina dianggap oleh banyak orang sebagai "bapak kedokteran modern." George Sarton menyebut Ibnu Sina "ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu." pekerjaannya yang paling terkenal adalah The Book of Healing dan The Canon of Medicine, dikenal juga sebagai sebagai Qanun (judul lengkap: Al-Qanun fi At Tibb).
Ibnu Sina wafat pada tahun 428 hijriyah pada usia 58 tahun. Beliau pergi setelah menyumbangkan banyak hal kepada khazanah keilmuan umat manusia dan namanya akan selalu dikenang sepanjang sejarah

Sumber: dari beberapa sumber.

Monday, January 2, 2012

PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KEGIATAN MENGAJAR GURU TERHADAP PEMBENTUKAN SIKAP HOMO ECONOMICUS YANG BERMORAL PADA SISWA SMA NEGERI 2 SURABAYA



Ini adalah tugas akhir saya, saya menemukan sebuah penemuan yang sangat membuatku tercengan. Ternyata selama ini hasil dari pembelajaran ekonomi yang ada di SMA hanya sedikit  yang berpengaruh terhadap Afektif siswa.
Ide awal peper saya ini dari dosen pembimbing sya yang sangat hebat skali “Great Teacher” yaitu Miss.Yun Suryanti. Beliau selalu membantu dan memantau setiap langkah pembuatan tesis ini.                                                                                               “ Terima kasih, kau telah memberi banyak pelajaran tentang semua hal
Alhamdulillah akhirnya setelah melewati beberapa jalan yang kadang juga berliku, tugas saya dapat terselesaikan.
Ini adalah sedikit bagian dari paper sya:


PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KEGIATAN MENGAJAR GURU TERHADAP PEMBENTUKAN SIKAP HOMO ECONOMICUS YANG BERMORAL PADA SISWA SMA NEGERI 2 SURABAYA

Berdasarkan UU RI Nomor 20 Tahun 2003 pasal 4 ayat (4), peran guru dalam pengajaran dituntut mampu menjelaskan dan mengembangkan materi, tidak hanya agar anak didik mendapatkan nilai yang baik dan di atas standar kelulusan tapi diharapkan pengajaran tersebut dapat memberikan keteladanan dan pembentukan karakter anak didik. Dengan kata lain, guru yang dalam hal ini adalah guru mata pelajaran ekonomi harus mampu menanamkan sikap-sikap dan nilai-nilai yang terkandung dalam materi yang diajarkan. Siswa yang telah memiliki pengetahuan dan mampu bersikap sebagai homo economicus, maka akan ditunjukkan dengan perilaku seseorang untuk bersikap rasional apabila sebagai konsumen dan produsen, dengan mempertimbangkan nilai guna dan fungsi, serta rasional dalam mengambil keputusan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi siswa tentang kegiatan mengajar guru bidang studi ekonomi di  SMA Negeri 2 Surabaya, untuk mengetahui pembentukan sikap homo economicus yang bermoral pada siswa SMA Negeri 2 Surabaya, serta pengaruh persepsi siswa tentang kegiatan mengajar guru bidang studi ekonomi terhadap pembentukan sikap homo economicus yang bermoral pada siswa  SMA Negeri 2 Surabaya.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi sederhana . Populasi penelitian adalah seluruh siswa Kelas XII IPS SMAN 2 Surabaya, sedangkan sampelnya adalah sebagian siswa kelas XII IPS yaitu kelas XII IPS-1 dan XII IPS-2 yang berjumlah 70 siswa.
Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa persepsi siswa tentang kegiatan mengajar guru pelajaran ekonomi di SMAN 2 Surabaya yang terdiri dari sub variabel guru, siswa, tujuan, metode, media, sumber belajar, evaluasi dan lingkungan dalam kategori baik yaitu sebesar 74,18%. Sedangkan pembentukan sikap homo economicus yang bermoral pada siswa SMAN 2 Surabaya yang terdiri dari indikator memiliki sifat tidak pernah puas, memiliki banyak keinginan dan kebutuhan, dan selalu mempertimbangkan pengorbanan dan manfaat dari tindakan yang dilakukan dalam kategori baik yaitu sebesar 73,61%. Terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang kegiatan mengajar guru terhadap pembentukan sikap homo economicus yang bermoral sebesar 4,9% .

Instrumen kebijakan Bank Indonesia dalam menyeimbangkan uang yang beredar di masyarakat (JUB)


Pemerintah dalam mengatur perekonomian, mempunyai beberapa kebijakan. Dan salah satunya yaitu melalui kebijakan Moneter. kebijakan ini lebih tepatnya diserahkan kepada Bank Indonesia. Bank indonesia sebagai badan yang independent yang bertugas mengatur moneter. Kebijakan moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan. Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
1.       Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar.
2.       Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Hal ini disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policu)

Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :
  1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
    Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.
  2. Politik Diskonto (Discount Rate)
    Politik diskonto adalah pengaturan jumlah duit yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum terkadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.
  3. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)
    Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah.
    Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.
  4. Himbauan moral
    Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.
Menurut saya, tidak ada instrument moneter yang bisa dikatakan paling tepat dalam mempengaruhi jumlah uang yang beredar. Semua instrumen diatas akan efektif jika kita melihat kondisi suatu perekonomian terdahulu. Kita melihat masalah yang telah dihadapi pada saat itu. Namun kadang kebijakan yang diambilpun kadang masih belum benar-benar tepat, hal ini perlu adanya diikuti kebijakan lainya.
 Salah satu contohnya pada saat terjadi inflasi, karena jumlah yang beredar naik, maka harga barang-barang akan naik juga. Maka apabila bank Indonesia ingin menaikkan jumlah uang beredar melalui kebijakan politik diskonto, yaitu menaikkan suku bunga. Maka akibat dari kebijakan itu diharapkan para kreditur atau masyarakat menabungkan uangnya. Yang akhirnya menurunkan jumlah uang yang beredar. Namun disisi lain, masyarakat meskipun suku bunga naik, masyarakat masih enggan untuk menabung karena beranggapan bahwa barang akan naik. Maka masyarakat tidak tertarik untuk menabungkan uangnya, mereka lebih tertarik untuk menyimpan, agar seumpama harga naik, mereka masih mempunyai uang untuk dibelanjakan. Maka disini terjadi ketidakefektifan dari kebijakan bank indonesia dalam menaikkan suku bunga.

TUJUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN

Sadarkah kita,..pada saat kita sekolah atau pada saat kita mengajar siswa-siswa,.kita Sering sekali menyuruh mereka “besok kita ulangan, pelajari dan hafalkan halaman,,,,”. Ternyata kita sebenarnya sering mengajarkan kepada siswa pada materi hafalan saja (Kognitif), padahal…seorang guru tidak hanya “transfer Ilmu”, namun juga sebagai “pendidik”, artinya guru tidak hanya memberi materi hafalan namun juga keterampilan dan pembentukan sikap.
Menurut Bloom (dalam Sugandi,2004:125), bentuk perilaku sebagai tujuan yang harus dirumuskan dapat digolongkan ke dalam tiga ranah yaitu:
1)      Cognitive Domain (ranah kognitif)
Ranah kognitif adalah tujuan pendidikan yang berhubungan dengan kemampuan intelektual atau kemampuan berfikir, seperti kemampuan mengingat dan memecahkan masalah. Ranah kognitif terdiri dari 6 tingkatan yaitu: pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesa dan evaluasi.
2)      Affective Domain (ranah afektif)
Ranah afektif merupakan tujuan yang berhubungan dengan perasaan, emosi, sistem nilai dan sikap hati (attitude) yang menunjukkan penerimaan atau penolakan terhadap sesuatu. Ranah afektif terdiri dari: penerimaan, partisipasi, penilaian, organisasi dan pembentukan pola hidup.
3)      Psycomotoric Domain (ranah psikomotorik)
Ranah psikomotorik merupakan tujuan yang berorientasi kepada keterampilan motorik yang berhubungan dengan anggota tubuh, atau tindakan (action) yang memerlukan kordinasi antara syaraf dan otot. Ranah psikomotorik terdiri dari: persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan terbiasa, gerakan yang komplek dan kreativitas.
Dengan adanya tujuan dan perubahan perilaku dari proses pembelajaran seperti yang telah diungkapkan di atas, maka diharapkan seorang guru dapat memberikan suatu proses pengajaran yang dapat menuju perubahan perilaku siswa baik ditinjau dari segi afektif, kognitif maupun psikomotorik.