Isaac Newton,
Albert Einstein, Aristoteles,
James Watt,
Ibnu Sina, St. Thomas Aquinas. Kalian
pasti sudah mendengar nama-nama yang disebutkan di atas, mereka adalah
tokoh-tokoh dunia. Kalau kita
perhatikan, kita harus bangga ternyata salah satu dari Tokoh dunia tersebut berasal
dari Islam. Kali ini kita akan mengenal sosok Ibnu Sina. Apalagi kalian yang memiliki
cita-cita menjadi seorang dokter, wajib hukumnya untuk mengetahuinya.
Ibnu
Sina di dunia Barat dikenal dengan nama Avicenna. Ibnu Sina bernama
lengkap Abū ‘Alī al-Husayn bin ‘Abdullāh bin Sīnā (Persia) ابوعلى سينا Abu Ali Sina atau
dalam tulisan arab : أبو
علي الحسين بن عبد الله بن سينا). Ibnu Sina lahir pada 980 di Afsyahnah
daerah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan (kemudian Persia).
Ibnu
Sina terkenal sebagai seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter.. Orang tuanya adalah pegawai tinggi pada pemerintahan
Dinasti Saman.Di Bukhara ia dibesarkan serta belajar falsafah kedokteran dan
ilmu - ilmu agama Islam. Ketika usia sepuluh tahun ia telah banyak mempelajari
ilmu agama Islam dan menghafal Al-Qur’an seluruhnya. Hebat bukan???? Kalau kalian sudah hafal berapa surat?
Sejak
masa kanak-kanak, Ibnu Sina yang berasal dari keluarga bermadzhab Ismailiyah
sudah akrab dengan pembahasan ilmiah terutama yang disampaikan oleh ayahnya.
Kecerdasannya yang sangat tinggi membuatnya sangat menonjol sehingga salah
seorang guru menasehati ayahnya agar Ibnu Sina tidak terjun ke dalam pekerjaan
apapun selain belajar dan menimba ilmu.
Dengan demikian, Ibnu Sina secara penuh memberikan perhatiannya kepada aktivitas keilmuan. Kejeniusannya membuat ia cepat menguasai banyak ilmu, dan meski masih berusia muda, beliau sudah mahir dalam bidang kedokteran. Beliau pun menjadi terkenal, sehingga Raja Bukhara Nuh bin Mansur yang memerintah antara tahun 366 hingga 387 hijriyah saat jatuh sakit memanggil Ibnu Sina untuk merawat dan mengobatinya.
Dengan demikian, Ibnu Sina secara penuh memberikan perhatiannya kepada aktivitas keilmuan. Kejeniusannya membuat ia cepat menguasai banyak ilmu, dan meski masih berusia muda, beliau sudah mahir dalam bidang kedokteran. Beliau pun menjadi terkenal, sehingga Raja Bukhara Nuh bin Mansur yang memerintah antara tahun 366 hingga 387 hijriyah saat jatuh sakit memanggil Ibnu Sina untuk merawat dan mengobatinya.
Di
antara buku-buku dan risalah yang ditulis oleh Ibnu Sina, kitab al-Syifa’ dalam
filsafat dan Al-Qanun dalam ilmu kedokteran dikenal sepanjang massa. Al-Syifa’
ditulis dalam 18 jilid yang membahas ilmu filsafat, mantiq, matematika, ilmu
alam dan ilahiyyat. Mantiq al-Syifa’ saat ini dikenal sebagai buku yang paling
otentik dalam ilmu mantiq islami, sementara pembahasan ilmu alam dan ilahiyyat
dari kitab al-Syifa’ sampai saat ini juga masih menjadi bahan telaah.
Dalam ilmu kedokteran, kitab Al-Qanun tulisan Ibnu Sina selama beberapa abad menjadi kitab rujukan utama dan paling otentik. Kitab ini mengupas kaedah-kaedah umum ilmu kedokteran, obat-obatan dan berbagai macam penyakit. Seiring dengan kebangkitan gerakan penerjemahan pada abad ke-12 masehi, kitab Al-Qanun karya Ibnu Sina diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Kini buku tersebut juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Prancis dan Jerman. Al-Qanun adalah kitab kumpulan metode pengobatan purba dan metode pengobatan Islam. Kitab ini pernah menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di universitas-universitasEropa.
Dalam ilmu kedokteran, kitab Al-Qanun tulisan Ibnu Sina selama beberapa abad menjadi kitab rujukan utama dan paling otentik. Kitab ini mengupas kaedah-kaedah umum ilmu kedokteran, obat-obatan dan berbagai macam penyakit. Seiring dengan kebangkitan gerakan penerjemahan pada abad ke-12 masehi, kitab Al-Qanun karya Ibnu Sina diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Kini buku tersebut juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Prancis dan Jerman. Al-Qanun adalah kitab kumpulan metode pengobatan purba dan metode pengobatan Islam. Kitab ini pernah menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di universitas-universitasEropa.
Ibnu
Sina dianggap oleh banyak orang sebagai "bapak kedokteran modern." George Sarton menyebut Ibnu Sina
"ilmuwan paling terkenal dari Islam
dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu."
pekerjaannya yang paling terkenal adalah The Book of Healing
dan The Canon of Medicine, dikenal juga sebagai sebagai
Qanun (judul lengkap: Al-Qanun fi At Tibb).
Ibnu
Sina wafat pada tahun 428 hijriyah pada usia 58 tahun. Beliau pergi setelah
menyumbangkan banyak hal kepada khazanah keilmuan umat manusia dan namanya akan
selalu dikenang sepanjang sejarah
Sumber: dari beberapa sumber.
